Kebakaran Hutan di Indonesia
Kebakaran Hutan yang Terjadi karena Keserakahan Manusia
Kebakaran hutan yang sering terjadi di pulau Kalimantan, Sumatra, dan Papua dikarenakan keserakahan manusia yang ingin membuka lahan baru untuk lahan pertanian sehingga mau tidak mau harus menebang bahkan membakar hutan di daerah tersebut. Karena sering terjadinya kebakaran hutan akibatnya negara tetangga terkena dampak dari kebakaran hutan tersebut yang berupa kabut asap yang pekat. Negara yang terkena dampak dari kebakaran hutan tersebut yaitu Malaysia dan Singapura.
Beberapa tahun terakhir sering terjadi
kebakaran hutan setiap tahunnya, khususnya
pada musim kemarau. Kebakaran yang
cukup besar terjadi di Kalimantan Timur
yaitu pada tahun 1982-1983 dan tahun 1997-
1998. Pada tahun 1982-1983 kebakaran telah
menghanguskan hutan sekitar 3,5 juta hektar
di Kalimantan Timur dan ini merupakan
rekor terbesar kebakaran hutan dunia setelah
kebakaran hutan di Brazil yang mencapai 2
juta hektar pada tahun 1963. Kemudian rekor tersebut dipecahkan lagi
oleh kebakaran hutan Indonesia pada tahun
1997-1998 yang telah menghanguskan seluas
11,7 juta hektar.
Asap Kabut dan Penyebabnya
Istilah "Smog" pertama kali dikemukakan oleh Dr. Henry Antoine Des Voxeux pada tahun 1950 dalam karya ilmiahnya "Fog and Smoke" dalam pertemuan di Public Health Congress. Pada 26 Juli 2005 dimana beliau menyatakan bahwa sebenarnya tidak perlu pengetahuan apapun untuk mendeteksi keberadaan sesuatu yang telah diproduksi di kota besar tetapi tidak ditemukan di perkampungan, yaitu Smoky fog (kabut bersifat asap).
Penyebab terjadinya kebakaran hutan di Indonesia dikarenakan 10% dataran di Indonesia ialah lahan gambut. Lahan gambut ialah lahan basah yang isinya banyak mengandung Karbon karena hasil dari sisa - sisa tumbuhan yang setengah membusuk. Dimana paling banyak ditemukan di pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Mengapa berasal dari lahan gambut? Karena apabila lahan gambut yang basah itu mengering tingkat kelembapan dari lahan gambut menurun sehingga akan mudah terbakar. Selain itu, kebakaran hutan juga terjadi akibat kelalaian manusia yang membuang puntung rokok sembarangan sehingga membuat api menyambar ke dedaunan kering.
Dampak dari kebakaran hutan kesulitan melihat karena pandangan tertutup oleh asap, bau yang tidak sedap karena aroma dari asap kebakaran hutan tersebut. Dampak dari kebakaran hutan di Indonesia juga akan memengaruhi dunia karena Indonesia disebut sebagai paru - paru dunia karena banyaknya hutan.
Kita harus melakukan solusi permanen kepada masyarakat dan pemerintah dalam pembukaan lahan baru dan harus menyertakan izin dalam pembukaan lahan serta menindak keras para pelaku perusahaan nakal yang ingin membuka lahan baru secara sembarangan dan membuat data kehutanan yang dapat diakses oleh publik.
Nama Kelompok :
- Muhammad Husein
- RM. Agus Triutomo

Komentar
Posting Komentar