Akhir
Setelah pertemuan yang mereka lakukan di bioskop, mereka melanjutkan obrolan mereka melalui handphone. Banyak cerita yang selalu mereka bagikan mulai dari sekolah, masa lalu, dan lain sebagainya. Berbulan - bulan mereka mengobrol melalui media Whatsapp. hingga suatu hari Qilla ingin memberikan sebuah kejutan kepada Rizal.
" Ray tanggal 10 April ketemuan yuk gw mau kasih kejutan nih ke lu."
" Wih boleh tuh, mau dimana?."
" Enaknya sih sambil makan, gimana kalo di KFC aja?"
" Boleh."
Sebuah kebetulan yang tidak disengaja qilla mengajak Rizal untuk bertemu yang kedua kalinya. karena Rizal ingin menyampaikan suatu hal kepada Qilla terkait perasaannya terhadap Qilla. Setelah menunggu selama kurang lebih 2 minggu akhirnya mereka pun bertemu di KFC. Rizal yang sudah sampai terlebih dahulu dari Qilla. Sambil menunggu Qilla datang ia memikirkan bagaimana ia harus menyatakan perasaan terhadap Qilla. Tak beberapa lama Rizal memikirkan hal apa yang harus dilakukan tibalah Qilla.
" Qil, katanya mau kasih kejutan kok lu gk bawa apa - apa?" sambil melihat Qilla
" Oh itu nanti dateng soalnya agak telat."
" Ooooo, yaudah yuk pesen makan dulu."
" Ayo."
Setalah mereka memesan makanan dan makan akhirnya kejutan yang dijanjikan oleh Qilla pun tiba yaitu pacar dari Qilla.
" Oh iya Ray kenalin pacar gw dia Dylan Eric Evano."
" Gw Array Rizaldi Salam kenal."
" Oh iya Eric pesen dulu sana biar kita makan bareng."
" Oh, ok ok tunggu ya Qil."
" Sejak kapan Qil lu pacaran ama dia?"
" Dari Januari gw kenal dia gara - gara kegiatan yang ada disekolah."
" Oh kok lu gak pernah cerita sih."
" Sorry gw sengaja gak ngasih tau soalnya mau ngasih lu kejutan."
Setelah obrolan mereka berdua datanglah Eric sambil membawa makanannya.
" Ayo Ray, Ric kita makan. "
Setelah mereka makan, mereka mengobrol sebentar perihal Qilla dan Eric yang sudah berpacaran. Karena waktu sudah pukul 7 malam mereka harus kembali pulang.
" Qill mau ngobrol sebentar dong berdua aja."
" Bentar gw ngomong dulu ke Eric."
" Ric aku ngobrol berdua dulu ya sebentar sama Array."
" Ok Qill aku tunggu."
" Jadi gini Qill gw punya rasa sama lu semenjak pertemuan kita waktu itu. Sebelum gw tau lu udah punya pacar gw berharap lu bisa jadi pacar gw Qill, tapi gw udah keduluan sama Eric ya jadi selamat ya."
" HAH, Lu serius Ray kalo lu suka sama gw? Sorry banget ya lu harus menaruh harapan yang tinggi ke gw soalnya gw gak tau kalo.
" Iya santai aja Qill."
" Tapi lu pengen kan kita berteman lagi Ray?"
" Iya Qill kita masih berteman kok mungkin gw gak akan kayak sebelumnya yang deket banget sama lu soalnya gimana pun juga gw gak enak sama Eric."
" Makasih juga Ray udah mau dengerin cerita gw juga ya."
" Iya Qill sama sama. Eh iya balik lagi yuk ke Eric kasian dia sendiri."
" Ayo."
" Ric jaga Qilla ya dia perempuan yang baik, asik, lucu, cantik, pinter pula, tolong ya jaga dia."
" Iya Ray, emang kenapa?"
" Nanti aku ceritain Ric biarin si Array pulang duluan."
" Gak papa Qill gw aja yang cerita, jadi gini Ric gw ada rasa sama Qilla sebelum gw tau kalo dia udah sama lu."
" Hah, Serius lu? Sorry ya gw gak tau Ray kalo lu suka sama Qilla."
" Iya gak papa Ric lagian juga lu duluan kok yang udah dapetin dia."
" Sorry ya."
" Iya Ric."
Kemudian mereka kembali ke rumah masing - masing. Setelah Rizal menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan selama ini. Ia merasa senang karena sudah tidak ada lagi rasa yang membuatnya menggebu - gebu untuk mendekatinya lagi. Dan ia tersadar bahwa yang berani lah yang bisa mendapatkan seorang wanita.
Komentar
Posting Komentar